Sabtu, 27 Juli 2013

ngompol



Ngompol saat tidur menurut Ilmu Kesehatan


Mengompol saat tidur atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan nocturnal enuresis. Mengompol bukanlah hal yang wajar bila terjadi pada individu dewasa. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Gejala yang muncul bersamaan dengan mengompol juga penting diperhatikan untuk mengetahui ada gangguan urologis atau tidak.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan orang dewasa masih mengompol, seperti dikutip dari National Association For Continence,nafc.org, yaitu:

1. Genetik
Salah satu telah menunjukkan bahwa seseorang dengan kedua orangtua yang mengompol memiliki risiko 77 persen jadi bedwetter (pengompol). Jika hanya salah satu saja yang mengompol maka risikonya menjadi 40 persen.

2. Gangguan hormon ADH
Hormon ADH (antidiuretic hormone) yang berfungsi memberitahu ginjal untuk mengurangi jumlah urine yang diproduksi. Beberapa orang menghasilkan hormon ADH yang tidak tepat di malam hari sehingga produksi urine tetap tinggi. Atau bisa juga produksi hormon ADH yang cukup tapi tidak direspons oleh ginjal sehingga terus menghasilkan jumlah urine yang sama seperti siang hari.

3. Kandung kemih yang lebih kecil
Umumnya kapasitas dari kandung kemih penderita nocturnal enuresis untuk menampung urine lebih kecil dibanding dengan orang yang tidak mengompol. Jika jumlahnya melebihi kapasitas dan tidak mampu menahan, menyebabkan otot-otot pada kandung kemih tegang, yang kemudian menyebabkan buang air kecil berlebih.

4. Obat-obatan tertentu
Beberapa obat yang diketahui bisa menyebabkan nocturnal euneresis seperti obat untuk insomnia dan obat untuk kondisi kejiwaan misalnya thioridazine, clozapine dan risperidone.

5. Alkohol
Jika seseorang sering mengonsumsi alkohol, maka produksi hormon vasopresin (hormon yang mengatur pengeluaran urine) yang dihasilkan dalam tubuh akan berkurang.

Alhasil, bila kandung kemih mulai terisi, tidak ada hormon yang mampu mengaturnya dan harus segera dikosongkan dengan pengeluaran urine. Dan biasanya seseorang yang tertidur pulas tidak menyadari dan akhirnya mengompol.

6. Penyebab lainnya
Beberapa kondisi lain diketahui bisa menyebabkan orang mengompol seperti infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, gangguan saraf, kelainan anatomi, kanker prostat, pembesaran prostat dan gangguan tidur obstructive sleep apnea. Dalam kasus yang langka beberapa gangguan emosional atau kecemasan akut bisa menyebabkan orang dewasa ikut mengompol.

Untuk mengetahui penyebabnya, maka dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi tes fisik, tes urine, pemeriksaan urologi serta mengevaluasi kesehatan saraf.

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan berdasarkan penyebab dari mengompol itu sendiri. Jika tidak ada masalah medis yang mendasari, maka pasien diminta mengurangi asupan minum menjelang malam dan berlatih senam kegel.

Gerakan dasarnya adalah menggerakkan otot-otot panggul seperti saat menahan kencing, kemudian menahannya selama beberapa saat sebelum dilepaskan kembali. Senam kegel bisa dilakukan sambil duduk atau dimana saja.

Teknik senam Kegel yang mudah dilakukan caranya adalah kontraksikan otot seperti menahan kencing untuk awalnya selama 5 detik, kemudian kendurkan. Terus ulangi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut dengan meningkatkan lama waktu menahan kencing 15-20 detik.

Mencuci tangan

JANGAN TEMEHKAN MENCUCI TANGAN

Cuci tangan sepertinya menjadi kegiatan yang tak terlalu penting bagi kebanyakan masyarakat. Namun banyak orang yang jatuh sakit karena tak memperdulikan kebiasaan cuci tangan. Bahkan dalam sebuah penelitian cuci tangan memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.
Kurang Kesadaran
Meski banyak orang tahu bahwa mencuci tangan itu penting, hanya sedikit yang melakukannya. Sebuah penelitian lain tentang kebijakan kesehatan yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa perilaku sehat seperti mencuci tangan dengan sabun kurang dipromosikan sebagai perilaku pencegahan penyakit, dibandingkan promosi obat-abatan flu oleh staf kesehatan. Hal ini diperparah apabila lokasi penduduk terpencil dan sulit terjangkau media cetak maupun elektronik (seperti radio dan TV).

MANFAAT

Manfaat mencuci tangan bagi kesehatan tidak usah diragukan lagi. Mencuci tangan dapat  membasmi kuman penyebab penyakit sehingga mencegah penularan penyakit infeksi. Karena penularan penyakit dapat terjadi ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan benar kemudian ia langsung menyentuh atau mengolah makanan dan makanan tersebut di konsumsi  orang.

KAPAN SEBAIKNYA SESEORANG HARUS MENCUCI TANGAN ?

Biasakan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar kecil, setelah buang air kecil dan atau buang air besar, setelah membuang ingus, batuk, bersin, setelah mengganti popok, setelah menyentuh sampah, sebelum dan setelah mengobati luka, setelah memegang hewan atau kotoran hewan, sebelum memasukkan atau melepas lensa kontak, setelah bermain, sebelum memegang bayi,  setelah menyentuh orang sakit atau terluka serta sebelum meyiapkan makanan.

PENYAKIT- PENYAKIT YANG DAPAT DI CEGAH DENGAN MENCUCI TANGAN  :
1.                 Diare. Sekitar 30 penelitian terkait menemukan bahwa cuci tangan dengan sabun dapat menurunkan angka penderita diare hingga separuhnya. Tingkat kefektifan mencuci tangan dengan sabun dalam penurunan angka penderita diare adalah 44%
2.                 ISPA. Bukti-bukti telah ditemukan bahwa dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, buang air besar, buang air kecil dapat mengurangi tingkat infeksi hingga 25 %. Penelitian di Pakistan menemukan bahwa mencuci tangan dengan sabun mengurangi infeksi saluran pernapasan yang berkaitan dengan pnemonia  (radang paru-paru) pada anak-anak balita hingga lebih dari 50 %.
3.                 Infeksi cacing, infeksi mata dan penyakit kulit. Penelitian membuktikan bahwa penggunaan sabun dalam mencuci tangan mengurangi kejadian penyakit kulit, infeksi mata sepertitrakoma, dan cacingan khususnya untuk ascariasis dan trichuriasis.
4.                 Flu Singapura atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD), penyakit ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus ini saat tidak mencuci tangan dengan benar
5.                 Hepatitis A,  penularan terjadi ketika seseorang yang terinfeksi virus ini tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan kamar mandi kemudian ia mengolah makanan yang dikonsumsi oleh orang lain.
6.                 Shigellosis, penyakit ini mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dengan memakan makanan yang terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi  yang tidak mencuci tangan dengan benar setelah dari kamar mandi.
7.                 Giardiasis, penyakit mudah menyebar melalui kontak tangan yang tidak dicuci dengan benar setelah buang air besar.

LANGKAH MENCUCI TANGAN YANG BENAR :






WHO pada tahun 2005 mengeluarkan 7 langkah. Dan dalam pelaksanaannya ada yang mengembangkan menjadi 10 langkah   yaitu sebagai berikut :

1.                 Basuh tangan dengan air bersih yang mengalir
2.                 Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan
3.                 Gosok punggung tangan dan sela - sela jari tangan kiri dan tangan kanan, begitu pula sebaliknya.
4.                 Gosok kedua telapak dan sela - sela jari tangan
5.                 Jari - jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci.
6.                 Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya.
7.                 Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya
8.                 Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan sebaliknya.
9.                 Bilas kedua tangan dengan air yang mengalir
10.            Keringkan dengan lap tangan yang kering dan bersih atau menggunakan tissue

PENULARAN LEWAT TANGAN

• Infeksi fecal-oral: gastroenteritis (virus, kuman, parasit), kolera, disenteri, tifus, cacingan, hepatitis A, leptospirosis, candidiasis, polio.
• Tak langsung lewat tangan: SARS, flu burung.
• Langsung lewat kuku tangan: bisul, jerawat, makanan tercemar (basi).




Jangan pemehkan mencuci tangan.
Biasakan mencuci tangan sebelum  dan sesudah kontak dengan orang lain, terutama sebelum makan. jangan sepelekan mencuci tangan apabila kita mencintai diri kita sendiri.